Lanjut ke konten
Iklan

Bagaimana Cara Hemat Meningkatkan Performa Honda Megapro / Tiger : Bore up & Stroke up (part 2)


Alhmdulillah,

Bagaimana meningkatkan performa Honda Tiger baik digunakan untuk harian / turing, maupun berbagai keperluan kompetisi lainnya menjadi topik yang tetap asyik diperbincangkan. Setelah kemaren membahas bagaimana meningkatkan tenaganya mulai dari kondisi standard, saat ini kita menjamah untuk melakukan modifikasi semisport atau bisa dikatakan korek harian stage 2.

STROKE UP

Mengapa stroke up menjadi begitu favorit di kalangan penyuka Honda CB, GL, Megapro, Tiger. Sungguh masih misteri, namun belum dikatakan pengendara sejati bila motornya belum di stroke up hehehe… Pastinya efek dari menggeser big end semakin jauh dari pusat axis kruk as adalah penambahan kapasitas mesin di silinder, karena gerak naik turun piston menjadi lebih jauh dan yang paling penting pula menambah torsi. Ya , menambah torsi dikarenakan efek dari daya ungkit yang dihasilkan antara langkah panjang tentu lebih besar dibanding dengan langkah pendek, ya kasarannya pukulan yang pakai ancang-ancang lebih jauh tentu hantamannya lebih dahsyat bukan!? Ngga percaya sini coba wkkwkw

Sebuah mesin yang di stroke up akan memproduksi tenaga lebih merata ketimbang yang hanya mengandalkan bore up ( dalam kondisi kapasitas mesin yang sama ) . Namun kejelekannya mesin dengan langkah tinggi, piston tentu bergerak lebih jauh keatas maupun kebawah. Sedangkan waktu yang tersedia tidak bertambah, jadilah kecepatan piston yang bertambah. Tekanan pada dinding piston meningkat menghasilkan gesekan yang semakin cepat inilah yang kadangkala membuat usia piston lebih cepat aus.

Menaikkan stroke yang sangat tinggi dapat menyebabkan turunnya performa mesin pada RPM tinggi. Namun… Untuk para peturing, tentu lebih nyaman mendapatkan kecepatan tinggi tanpa harus menghajar mesin untuk teriak. Kalau mendesah lebih terasa manja kan enak saudara-saudara. Hihihihi…

Oke, stroke favorit kita untuk touring berada di kisaran 70mm. Ya memang ga keren ya, dibanding yang stroke 78mm kwkwkw.. Tapi disadari hal ini sudah selisih 8mm lho dari standard tiger, dan sudah minggat jauh kalo pembandingnya kruk as megapro. Lha kruk as megapro stroke standar cuma 49.5mm. Lantas mengapa kita menyukai langkah 70mm kebawah? Karena lebih aman tentunya, meski tanpa pengaman 😁

Mari kita perhitungkan diatas kertas performa kruk as stroke standard tiger serta yang telah dimodifikasi menjadi langkah 70mm dan stang standard tiger maka :

Rod to stroke ratio : stang tiger ( 105.5 ) / stroke standard tiger ( 62.2 ) = 1.696

Rod to stroke ratio aman pabrikan rata-rata di kisaran 1.7 , di atas itu akan semakin minim gesekan dan fokus pada rpm tinggi, dibawah itu berarti gesekan makin luar biasa dan biasanya untuk mesin rpm rendah.

Pistonspeed ( MPS ) pada 10.000 rpm , MPS = 2 * Stroke * RPM / 60 = 20.7 m/s

Untuk ukuran stroke standard maka kecepatan pistonnya masih tergolong rendah meski sudah di rpm 10.000, oleh karenanya mesin tiger dengan kruk as standard masih berada di save limit pada 12.000 untuk harian , dan 14.500 rpm untuk balap, kalau nyampe mekanikal nya hehehe…

Sedangkan untuk stroke 70,

Rod to stroke ratio = 105.5 / 70 = 1.507

Pistonspeed @10.000 = 23.3 m/s

Masih tergolong aman, dengan asumsi batasan piston speed pada 25 m/s di kisaran 11.000, jadi sebaiknya limit mesin tak lebih dari 11.000 rpm, dan kita harus bisa memikirkan bagaimana mengolah tenaga yang begitu padat dibawah 10.000 RPM tersebut. Maka kesesuaian durasi noken as, porting dan karburator, serta utamanya adalah desain knalpot yang bagus akan sangat membantu agar mesin tidak terasa begitu nahan alias ngeden alias ngempet.

Dengan panjang stang yang tetap, agar kita masih bisa menggunakan paking standard, maka kita harus mengubah top piston menjadi lebih pendek.

Apa keuntungannya nol paking, tentu kita tidak repot mencari rantai keteng molor, maupun mengakal karet tensioner. Piston CBR 150 menjadi andalan, cuma sayangnya kalau kalian make piston CBR kompresinya jadi low banget, ya ga banget sih cuma kisaran 9-10 : 1. Kalau pengen lebih mantap menata kompresi kita butuh piston aftermarket , dimana top piston bisa kita turunkan kisaran 4mm dari standard tiger, namun masih memiliki dome untuk mendesak ruang bakar menciptakan kompresi 11 – 12 : 1. Kan lebih terasa nendangnya bung.

Noken as dengan durasi besar tentu akan mubadzir, karena fokus kita adalah torsi terbesar tanpa harus mesin teriak. Desain porting tentu akan menyesuaikan ulang , misal didesain puncak tenaga dikisaran 9.000 rpm saja. Biasanya pun kita masih menggunakan diameter klep standard di back cut tentunya, untuk piston tetap konfigurasi 66mm. Kapasitas mesin yang telah melonjak menjadi 240cc, tentu membutuhkan karburator yang bisa menyuplai hingga 11.000 rpm , maka karburator 34mm bisa menjadi pilihan supaya tidak kedodoran di putaran atas. Tapi umumnya kita cuma mau berkorban kantong untuk membeli pe28, mentok direamer 31mm, konsekwensinya tentu supplay tenaga hanya cukup sampai 10.000 rpm. Diatas itu , maksa! Teriak, iya teriak kesakitan bang wkkwkw

Untuk pada tahap ini biasanya mesin sudah memproduksi tenaga 29 horsepower – 32 horsepower tergantung amal dan perbuatan hehehe..

KEEP OUR BROTHERHOOD FOREVER!!!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

call / wa : 081232809454

bbm pin : ratmotor

fb : RAT MOTORSPORT INDONESIA

instagram : @ratmotorsby

28058595_10214080857526995_4397276926232445880_n

Iklan

ratspeed Lihat Semua

RAT Motorsport adalah bengkel perawatan dan perbaikan motor secara umum.

Rat Motorsport juga menerima order untuk modifikasi mesin motor untuk harian, semisport, maupun full race.

Try our :
Porting Polished Head
Camshaft Grinding
Tune UP plus

contact us : 085645577007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: